Kamis, 16 Juni 2011

Si Kakek dan Suster Cantik

Tadi pagi seorang kakek mampir ke klinik buat ngetes darah, sapa tau kolesterolnya tinggi. Nggak disangka dan nggak diduga yg nerima susternya cantik dan seksi. Si kakek jadi inget waktu seumuran dia dulu. Setelah duduk dimeja, tangan si kakek dipegang sama suster dan jari tengah kakek dicocok pake jarum, trus beberapa tetes darah ditaruh di tester.
Setelah itu suster ingin membersihkan sisa darah yg dijari, dicarinya tissue, eh gak ada, kapas gak ada, tanpa pikir panjang suster memasukkan jari si kakek dimulutnya dan dihisap.
Melihat itu si kakek bengong, dan tanpa pikir panjang si kakek bilang, “boleh test urine sekalian gak sus”

makan apa kita malam ini?

Antok pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang sudah hilang pendengaran

“Seberapa burukkah pendengarannya?” tanya dokter.
“Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak kalau bicara dengannya”

“Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter darinya,lalu katakan sesuatu. Kalau dia tak bisa mendengarmu, berdirilah lebih dekat darinya, lalu katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum juga mendengar, teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan tahu berapa jarak maksimal pendengarannya.”

Maka, Antok pulang ke rumah dan mendapati istrinya sedang memasak di dapur. Dari jarak 6 meter ia berteriak, “Makan apa kita malam ini?”
Tak ada jawaban.

Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan menanyakan hal yang sama. Juga tak terdengar jawaban. Begitu juga pada jarak 3 meter.

Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. “Makan apa kita malam ini?” katanya setengah berteriak.

Istrinya berbalik menghadap Antok, memelototinya, dan berteriak:
“Untuk keempat kalinya kubilang: KAMBING GULINGGGG!”




Ngiler itu sih biasa

“Aku kesal pada penyakitku,” keluh Andi pada sahabatnya.
“Lho, memang kau kena penyakit apa, Di?” tanya Dino
“Itu, kalau tidur aku suka ngiler,” sahut Andi malu-malu.
“Oh, itu sih biasa, Di,” sahut Dino menenangkan.
“Biasa bagaimana?” tanya Andi heran
“Namanya orang tidur, kan tidak bisa meludah.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hati

Pernahkah Anda merasakan
bahwa Anda mencintai seseorang,
meski Anda tahu ia tak sendiri lagi?
Meski Anda tahu cinta anda takkan berbalas,
tapi Anda tetap mencintainya?

Pernahkah Anda merasakan,
bahwa Anda sanggup melakukan apa saja
demi seseorang yang Anda cintai,
meski Anda tahu ia takkan pernah peduli?
Atau pun ia peduli dan mengerti,
tapi ia tetap pergi?

Pernahkah Anda merasakan…
Dahsyatnya Cinta… !!!
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah !

Saya pernah tersenyum kala terluka…
karena Saya yakin,
bahwa Allah pasti akan memberikan yang lebih terbaik untukku.

Saya pernah menangis kala bahagia…
karena Saya khawatir kebahagiaan ini,
hanya sebuah kesemuan yang ditunggangi oleh hawa nafsu belaka.

Saya pernah bersedih kala bersama…
karena Saya takut,
Allah belum tentu menjadikannya untukku.

Dan, Saya juga pernah tertawa kala berpisah…
karena cinta memang tak harus memiliki
-cinta ada dalam jiwa, bukan dalam raga-,
dan serta Saya yakin bahwa
Allah telah menyiapkan cinta yang lain,
yang jauh lebih baik untukku…



pengunjung

Free counters!