Selasa, 09 Agustus 2011

Tanda Perjaka

Kisah seorang anak perawan desa yang sedang mencari pekerjaan di kota metropolitan.
Karena baru pertama kali akan menginjak kota besar, sang ibu yang setiap hari merawatnya memberikan pesan penting


Ibu: “Nak, ini pesan Ibu yang harus kamu ingat, kalau kamu nanti di kota kebetulan ketemu jodohnya yang cocok, harus dipilih yang benar-benar baik untuk kamu”
Anak : “Iya Bu, harus memilih yang seperti apa ?”
Ibu : “Intinya pilih pasangan yang benar-benar setia dan sayang sama kamu, kalau di kota besar itu lebih baik cari jodoh yang masih perjaka ting ting, soalnya biasanya di sana kebanyakan udah nggak perjaka tulen”
Anak : “Baik Bu, saya akan ingat pesan Ibu”
Lalu berangkatlah perawan desa tersebut ke kota. Singkat cerita, setelah beberapa bulan merantau di kota besar lalu pada suatu hari pulanglah perawan desa tersebut ke kampung halamannya untuk meminta restu dari Ibunya bahwa dia sudah menemukan pasangan hidup yang cocok.
Anak : “Bu, saya mohon doa restunya, saya mau menikah”
Ibu : “Apakah sudah cocok dengan pesan yang Ibu sampaikan dulu ?”
Anak : “Sudah Bu, cocok sekali”
Ibu : “Seperti apa misalnya, boleh Ibu dengar ceritanya ?”
Anak : “Pasangan saya itu setia dan sayang Bu, dia tidak pernah menoleh kepada wanita lain dan dia begitu perhatian sekali kepada saya”
Ibu : “Bagus, bagus, lalu apakah dia juga masih perjaka tulen ?”
Anak : “Masih donk Bu”
Ibu : “Apa tandanya ?”
Anak : “Keliatan dari anunya bu, anunya masih dibungkus karet kaya balon”
Ibu : “….” …..(ibunya diem ..dan tak lama pingsan)
Ada ada aja …….dari cerita diatas kita bisa ambil kesimpulan dan hikmah bahwa; kita cewek harus tahu apa yang terjadi di jaman sekarang ato kehidupan/gaya hidup (live style) sebgian mereka, janga sampe kita kaum putri ketinggalan info yang selalu update, sehingga mudah terbaw arus dan dipermainkan ato dimanfaatkan sama mereka.
http://putricantiq.wordpress.com/2009/01/12/tanda-perjaka/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hati

Pernahkah Anda merasakan
bahwa Anda mencintai seseorang,
meski Anda tahu ia tak sendiri lagi?
Meski Anda tahu cinta anda takkan berbalas,
tapi Anda tetap mencintainya?

Pernahkah Anda merasakan,
bahwa Anda sanggup melakukan apa saja
demi seseorang yang Anda cintai,
meski Anda tahu ia takkan pernah peduli?
Atau pun ia peduli dan mengerti,
tapi ia tetap pergi?

Pernahkah Anda merasakan…
Dahsyatnya Cinta… !!!
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah !

Saya pernah tersenyum kala terluka…
karena Saya yakin,
bahwa Allah pasti akan memberikan yang lebih terbaik untukku.

Saya pernah menangis kala bahagia…
karena Saya khawatir kebahagiaan ini,
hanya sebuah kesemuan yang ditunggangi oleh hawa nafsu belaka.

Saya pernah bersedih kala bersama…
karena Saya takut,
Allah belum tentu menjadikannya untukku.

Dan, Saya juga pernah tertawa kala berpisah…
karena cinta memang tak harus memiliki
-cinta ada dalam jiwa, bukan dalam raga-,
dan serta Saya yakin bahwa
Allah telah menyiapkan cinta yang lain,
yang jauh lebih baik untukku…



pengunjung

Free counters!