Sabtu, 07 September 2013

9 kondisi genetik buruk yang dapat diwariskan dari orang tua ke anaknya

Genetik mengacu pada keturunan dan variasi dalam organisme hidup yang membawa kode warisan dasar yang disebut gen. Gen memuat semua informasi mulai dari tekstur rambut, warna mata, tinggi badan, berat badan, tekstur kulit, perilaku dan sebagainya. Kelainan genetik dapat menyebabkan bahaya kesehatan. Di bawah ini adalah kondisi yang secara ilmiah terbukti diwariskan dari orang tua untuk anak mereka.
Alkoholisme
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 50% dari orang-orang yang kecanduan minuman beralkohol diakibatkan karena masalah genetik. Peneliti menemukan bahwa secara umum, orang pemabuk akan lebih cenderung memiliki anak-anak dengan kecenderungan gampang kecanduan alkohol. Faktor genetik lebih berperan besar dari pada faktor lingkungan dalam mempengaruhi orang untuk kecanduan minuman beralkohol.
Kanker Payudara
Walaupun penyebab kanker payudara masih tetap menjadi misteri, tetapi para peneliti telah menemukan bahwa beberapa mutasi gen tertentu dapat menyebabkan kanker.
Buta Warna
Buta warna adalah keadaaan dimana warna hijau dan merah tidak dapat dilihat dengan jelas. Sindrom ini menyerang banyak orang dan kaum perempuan lebih jarang terkena buta warna. Yang menjadi pertanyaan mengapa perempuan lebih jarang terkena buta warna ketimbang laki-laki? Hal ini dikarenakan laki-laki hanya bisa mewarisi satu gen kromosom X dari ibu, sedangkan perempuan memiliki dua gen kromosom X. Itu berarti jika salah satu gen yang ditemukan cacat, gen yang lain dapat menggantikan posisinya, dan dengan demikian perempuan lebih sedikit mewarisi gen buta warna daripada laki-laki.
Karakter Bullying
Menurut penelitian, karakter Bullying ataupun mungkin saja didapat atau diwarisi dari orang tua. Para ilmuwan menemukan bahwa anak-anak yang memiliki orang tua dengan cara mengasuh yang mengintimidasi akan membuat anak-anak lebih gampang untuk berkelahi dengan orang lain. Mereka menyimpulkan bahwa perilaku agresif anak secara langsung terkait dengan faktor genetik keluarga.
Kegemukan
Orang yang lahir dalam keluarga yang memiliki catatan obesitas lebih mungkin untuk mewarisi gen gemuk dari salah satu atau kedua orang tuanya. Dan hal ini menjadi tambah buruk, dimana gaya hidup zaman sekarang ini yang serba fastfood dan jarang olahraga.
Penyakit Jantung
Orang yang lahir dalam keluarga yang memiliki catatan penyakit diabetes, stroke dan hipertensi, lebih mungkin untuk terkena penyakit jantung. Jika orang tua memiliki catatan keluarga cacat jantung bawaan, anaknya mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi mendapatkan cacat bawaan pada jantungnya.
Jerawat
Penelitian mengungkapkan bahwa banyak anak yang menghadapi masalah jerawat, mungkin berasal dari keluarga yang memiliki catatan sejarah jerawat. Secara khusus, anak-anak yang memiliki orang tua yang menderita jerawat di masa muda, maka mereka pun dapat terkena masalah jerawat pula.
Intoleransi Laktosa
Orang yang lahir dalam keluarga yang memiliki catatan sindrom intoleransi laktosa, kemungkinan tinggi tidak mampu mentolerir hampir semua produk susu. Ini berarti kita tidak merasa nyaman, nyeri perut, dan ingin muntah ketika mengkonsumsi produk susu. Hanya sekelompok kecil orang yang memiliki sindrom ini.
Kebotakan
Kebotakan sangat umum terjadi pada kaum laki-laki. Para ilmuwan menghubungkan masalah kebotakan dengan faktor genetik yang diwariskan dari salah satu atau kedua orang tua yang telah menunjukkan variasi genetik dalam masalah kebotakan. Tentu saja, Kasus botak penuh permanen sangat jarang terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hati

Pernahkah Anda merasakan
bahwa Anda mencintai seseorang,
meski Anda tahu ia tak sendiri lagi?
Meski Anda tahu cinta anda takkan berbalas,
tapi Anda tetap mencintainya?

Pernahkah Anda merasakan,
bahwa Anda sanggup melakukan apa saja
demi seseorang yang Anda cintai,
meski Anda tahu ia takkan pernah peduli?
Atau pun ia peduli dan mengerti,
tapi ia tetap pergi?

Pernahkah Anda merasakan…
Dahsyatnya Cinta… !!!
tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia,
bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah !

Saya pernah tersenyum kala terluka…
karena Saya yakin,
bahwa Allah pasti akan memberikan yang lebih terbaik untukku.

Saya pernah menangis kala bahagia…
karena Saya khawatir kebahagiaan ini,
hanya sebuah kesemuan yang ditunggangi oleh hawa nafsu belaka.

Saya pernah bersedih kala bersama…
karena Saya takut,
Allah belum tentu menjadikannya untukku.

Dan, Saya juga pernah tertawa kala berpisah…
karena cinta memang tak harus memiliki
-cinta ada dalam jiwa, bukan dalam raga-,
dan serta Saya yakin bahwa
Allah telah menyiapkan cinta yang lain,
yang jauh lebih baik untukku…



pengunjung

Free counters!